Feeds:
Tulisan
Komentar


Gerakan memegang jari adalah cara yang sangat mudah untuk mengendalikan  emosi. Emosi dan perasaan adalah seperti ombak energi yang bergerak melalui badan, pikiran dan jiwa kita. Di setiap jari kita ada saluran atau meridian aliran energi yang berhubungan dengan organ tubuh dan emosi yang bersangkutan. Perasaan yang sangat kuat atau luar biasa bisa menyumbat  atau menghambat aliran energi, yang mengakibatkan rasa sakit atau perasaan sesak di tubuh kita. Memegang jari sambil menarik napas dalam-dalam dapat mengurangi dan menyembuhkan ketegangan fisik dan emosi.

Gerakan memegang jari ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Waktu kita berada dalam keadaan yang sulit, merasa marah, tegang, takut atau menangis, jari bisa dipegang untuk membawa rasa damai, fokus  dan tenang sehingga kita bisa menhadapi keadaan dan membuat keputusan dengan tenang. Gerakan ini bisa juga dilakukan untuk relaksasi dengan musik, atau dikerjakan sebelum tidur untuk melepaskan persoalan yang dihadapi pada hari itu dan membawa kedamaian, dan ketenangan yang dalam pada tubuh dan jiwa. Latihan ini dapat dikerjakan sendiri atau dengan satu orang lain.

Praktek Memegang Jari



Peganglah tiap jari, satu-persatu, dengan tangan yang lain selama 2 -5 menit. Anda bisa menggunakan tangan yang mana saja.  Tarik napas yang dalam,  rasakan  perasaan kuat atau perasaan yang mengganggu di dalam diri anda. Hembuskan napas secara perlahan  dan lepaskan. Bayangkan persaan-perasaan itu mengalir keluar dari ujung jari anda dan masuk ke dalam bumi.

Hirup rasa harmonis, kekuatan dan kesembuhan.

Hembuskan napas secara perlahan, lepaskan perasaan dan problem yang sudah berlalu.

Sering kali waktu jari dipegang, anda bisa merasakan rasa berdenyut ketika energi dan perasaan mengalir dan menjadi seimbang. Anda bisa memegang jari orang lain yang sedang marah atau kesal. Gerakan memegang jari ini sangat membantu untuk anak kecil yang menangis atau mengadat, atau bisa juga digunakan untuk orang yang merasa takut, senewen, sakit atau orang yang hampir meninggal.

www.capacitar.org   © 2005


“Kalau sekiranya kamu dapat melihat malaikat-malaikat mencabut nyawa
orang- orang yang kafir, seraya memukul muka dan belakang mereka serta
berkata: ‘Rasakanlah olehmu siksa neraka yang membakar.’ (Niscaya kamu akan
merasa sangat ngeri) (QS. Al-Anfal {8} : 50).

Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zalim
(berada) dalam tekanan-tekanan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul
dengan tangannya (sambil berkata): ‘Keluarkanlah nyawamu!’

Pada hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena
kamu selalu mengata kan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan
karena kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya” . (Qs. Al- An’am : 93).

Cara Malaikat Izrail mencabut nyawa tergantung dari amal perbuatan orang

yang bersangkutan, bila orang yang akan meninggal dunia itu durhaka
kepada
Allah, maka Malaikat Izrail mencabut nyawa secara kasar.
Sebaliknya, bila terhadap orang yang soleh, cara mencabutnya dengan lemah lembut dan
dan hati-hati.
Namun demikian peristiwa terpisahnya nyawa dengan raga tetap teramat sangat menyakitkan.

“Sakitnya sakaratul maut itu, kira-kira tiga ratus kali sakitnya dipukul pedang”. (H.R. Ibnu Abu Dunya).

Di dalam kisah Nabi Idris a.s, beliau adalah seorang ahli ibadah,
kuat mengerjakan sholat sampai puluhan raka’at dalam sehari semalam dan
selalu berzikir di dalam kesibukannya sehari-hari.
Catatan amal Nabi Idris a.s yang sedemikian banyak, setiap malam naik ke langit.
Hal itulah yang sangat menarik perhatian Malaikat Maut, Izrail.

Maka bermohonlah ia kepada Alloh Swt agar di perkenankan mengunjungi
Nabi Idris a.s. di dunia. Allah Swt, mengabulkan permohonan Malaikat Izrail,
maka turunlah ia ke dunia dengan menjelma sebagai seorang lelaki tampan,
dan bertamu kerumah Nabi Idris.

“Assalamu’alaikum, yaa Nabi Allah”. Salam Malaikat Izrail,

“Wa’alaikum salam wa rahmatulloh” . Jawab Nabi Idris a.s.

Beliau sama sekali tidak mengetahui, bahwa lelaki yang bertamu kerumahnya
itu adalah Malaikat Izrail.

Seperti tamu yang lain, Nab i Idris a.s. melayani Malaikat Izrail, dan
ketika tiba saat berbuka puasa, Nabi Idris a.s. mengajaknya makan bersama,
namun di tolak oleh Malaikat Izrail.

Selesai berbuka puasa, seperti biasanya, Nabi Idris a.s mengkhususkan
waktunya “menghadap”. Allah sampai keesokan harinya. Semua itu tidak lepas
dari perhatian Malaikat Izrail.
Juga ketika Nabi Idris terus-menerus berzikir dalam melakukan kesibukan sehari-harinya,
dan hanya berbicara yang baik-baik saja.

Pada suatu hari yang cerah, Nabi Idris a.s mengajak jalan-jalan “tamunya”
itu ke sebuah perkebunan di mana pohon-pohonnya sedang berbuah, ranum
dan menggiurkan.

“Izinkanlah saya memetik buah-buahan ini untuk kita”.
pinta Malaikat Izrail (menguji Nabi Idris a.s).

“Subhanallah, (Maha Suci Allah)” kata Nabi Idris a.s.

“Kenapa?” Malaikat Izrail pura-pura terkejut.

“Buah-buahan ini bukan milik kita”. Ungkap Nabi Idris a.s.

Kemudian Beliau berkata: “Semalam anda menolak makanan yang halal,
kini anda menginginkan makanan yang haram”.

Malaikat Izrail tidak menjawab. Nabi Idris a.s perhatikan wajah tamunya yang
tidak merasa bersalah.
Diam-diam beliau penasaran tentang tamu yang belum dikenalnya itu.
Siapakah gerangan pikir Nabi Idris a.s.

“Siapakah engkau sebenarnya?” tanya Nabi Idris a.s.

“Aku Malaikat Izrail”. Jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris a.s terkejut, hampir tak percaya,
seketika tubuhnya bergetar tak berdaya.

“Apakah kedatanganmu untuk mencabut nyawaku?” selidik Nabi Idris a.s serius.

“Tidak” Senyum Malaikat Izrail penuh hormat.

“Atas izin Alloh, aku sekedar berziarah kepadamu”. Jawab Malaikat Izrail.

Nabi Idris manggut-manggut, beberapa lama kemudian beliau hanya terdiam.

“Aku punya keinginan kepadamu”. Tutur Nabi Idris a.s

“Apa itu? Katakanlah!” . Jawab Malaikat Izrail.

“Kumohon engkau bersedia mencabut nyawaku sekarang.
Lalu mintalah kepada Allah SWT untuk menghidupkanku kembali,
agar bertambah rasa takutku kepada-Nya dan meningkatkan amal ibadahku”.
Pinta Nabi Idris a.s.

“Tanpa seizin Alloh, aku tak dapat melakukannya” , tolak Malaikat Izrail.
Pada saat itu pula Alloh SWT memerintahkan Malaikat Izrail agar mengabulkan
permintaan Nabi Idris a.s.

Dengan izin Alloh Malaikat Izrail segera mencabut nyawa Nabi Idris a.s.
sesudah itu beliau wafat.

Malaikat Izrail menangis, memohonlah ia kepada Alloh SWT agar  menghidupkan
Nabi Idris a.s. kembali. Allah mengabulkan permohonannya.
Setelah dikabulkan Allah Nabi Idris a.s. hidup kembali.

“Bagaimanakah rasa mati itu, sahabatku?” Tanya Malaikat Izrail.

“Seribu kali lebih sakit dari binatang hidup dikuliti”. Jawab Nabi Idris a.s.

“Caraku yang lemah lembut itu, baru kulakukan terhadapmu”. Kata Malaikat Izrail.

MasyaAllah, lemah-lembutnya Malaikat Maut (Izrail) itu terhadap Nabi Idris a.s. Bagaimanakah jika sakaratul maut itu, datang kepada kita?
Siapkah kita…..,untuk menghadapinya..???

SUMBER :

http://sule2410.multiply.com/journal/item/5


kemarin aq coba seraching di google about vampire.. he3x.. setelah nonton film twilight.. aq penasaran.. apakah di indonesia juga ada yg namax vampire ???

menurut Kamus… vampire =

vampire
n. mayat pengisap darah.

vampire
n. pemeras.

vampire
n. vampir.

vampire
n. wanita yang menggoda laki-laki (karena uang atau pujian).

Vampire adalah mahluk mitologi yang hidup dengan cara menghisap darah. Sementara eksistensi vampire itu masih dalam area percaya gak percaya, Lihat: http://en.wikipedia.org/wiki/Vampire

ariel/dari berbagai sumber


Bandung, Kompas – Banyak orang di Kota Bandung penasaran melihat awan yang muncul di langit Bandung, Selasa (2/8), melintang dari timur ke barat. Peneliti dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional mengatakan, tipikal awan itu memang bukan awan cuaca.

“Tidak ada salahnya jika masyarakat siaga sejak dini terhadap kemungkinan gempa. Untuk memastikan apakah awan aneh itu adalah awan gempa, perlu penelitian panjang,” ujar Bambang Siswanto, Kepala Bidang Pemodelan Iklim, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), di Bandung. Menurut dia, tipikal awan itu bukan awan sirus, kumulus, dan stratus.

Dia mengatakan, Lapan belum bisa menentukan apakah awan tersebut ada hubungannya dengan gempa karena data masih sedikit. “Kami para peneliti pun ingin tahu karena ada referensi tentang hubungan antara gempa dan awan,” kata Bambang.

Peneliti meteorologi di Lapan lainnya, Dadang Subarna, melihat awan itu sekitar pukul 09.00 saat berkendara ke kantor. Ia melihat tiga lintasan awan berupa garis lurus. “Waktu saya mengecek gambar-gambar awan di internet, awan seperti itu dikategorikan sebagai bukan awan cuaca,” kata Dadang. Kesimpulannya sama dengan Bambang.

Selasa pukul 16.00, awan sejenis muncul lagi, kali ini satu baris. Dadang mendokumentasikannya karena dari pengalaman, masyarakat Bantul, DI Yogyakarta, melihat awan panjang melintang di langit Yogyakarta sebelum gempa Pangandaran.

Masyarakat China sudah mengamati awan gempa sejak 384 tahun lalu. Awan gempa terjadi karena gesekan di sumber gempa yang menimbulkan retakan dan panas di dalam bumi. Suhu panas ini mendidihkan air tanah sehingga menghasilkan uap. Karena temperatur dan tekanan yang sangat tinggi, uap air keluar melalui celah-celah retakan, bergerak ke permukaan bumi. Pada ketinggian tertentu uap itu bertemu dengan udara dingin sehingga terbentuk awan.

Bentuk awan gempa antara lain memancar, lurus, berlipat seperti lampion, bergelombang, atau seperti bulu ayam. Selalu ada pusaran awan di sebuah titik awan itu. Awan gempa pernah teramati beberapa hari sebelum gempa terjadi di berbagai wilayah, seperti di China Barat, Jepang, Amerika Serikat, dan Indonesia.

apakah awan bisa mennjukkan nasib dunia.. berikut ini beberapa penjelasan mengenai awan

Pembentukan awan berlaku hampir keseluruhannya pada bahagian bawah atmosfera yang dikenali sebagai Troposfera. Awan terbahagi kepada dua kumpulan besar : iaitu yang berbentuk kumulus (cumiliform) dan yang berbentuk berlapis-lapis(stratiform). Saiz, bentuk dan warna awan berubah mengikut kandungan kelembapan dan kesetabilan atmosfera. Atmosfera pada amnya dibahagi kepada tiga peringkat didifinasikan mengikut garis lintang, paras ketinggian dan kekerapan kewujudan awan-awan tertentu seperti berikut:

Peringkat

Kawasan Tropika

Kawasan Berhawa Sederhana

Kawasan Kutub

Tinggi

6 – 18km

5 – 13 km

3 – 8 km

Pertengahan

2 – 8 km

2 – 7 km

2 – 4 km

Rendah

Dari paras muka bumi ke 2 km

Dari paras muka bumi ke 2 km

Dari paras muka bumi to 2 km

Terdapat 10 genera awan. Enam daripadanya tergolong ke dalam peringkat-peringkat tersebut diatas seperti berikut:

  1. Awan peringkat rendah         : Stratokumulus dan stratus.
  2. Awan peringkat pertengahan :  Altokumulus.
  3. Awan peringkat tinggi           : Sirus, Sirokumulus, dan Sirostratus.

Pembentukan awan berlaku hampir keseluruhannya pada bahagian bawah atmosfera yang dikenali sebagai Troposfera. Awan terbahagi kepada dua kumpulan besar : iaitu yang berbentuk kumulus (cumiliform) dan yang berbentuk berlapis-lapis(stratiform). Saiz, bentuk dan warna awan berubah mengikut kandungan kelembapan dan kesetabilan atmosfera. Atmosfera pada amnya dibahagi kepada tiga peringkat didifinasikan mengikut garis lintang, paras ketinggian dan kekerapan kewujudan awan-awan tertentu seperti berikut:

Peringkat

Kawasan Tropika

Kawasan Berhawa Sederhana

Kawasan Kutub

Tinggi

6 – 18km

5 – 13 km

3 – 8 km

Pertengahan

2 – 8 km

2 – 7 km

2 – 4 km

Rendah

Dari paras muka bumi ke 2 km

Dari paras muka bumi ke 2 km

Dari paras muka bumi to 2 km

Terdapat 10 genera awan. Enam daripadanya tergolong ke dalam peringkat-peringkat tersebut diatas seperti berikut:

  1. Awan peringkat rendah         : Stratokumulus dan stratus.
  2. Awan peringkat pertengahan :  Altokumulus.
  3. Awan peringkat tinggi           : Sirus, Sirokumulus, dan Sirostratus.

Genera selebihnya tidak tergolong kedalam peringkat – peringkat tersebut diatas sepenuhnya. Awan-awan ini mempunyai kecenderungan mengembang dari satu peringkat ke peringkat lain seperti berikut:

  1. Altostratus biasanya terjadi pada peringkat pertengahan tetapi boleh mengembang ke peringkat tinggi.
  2. Nimbostratus berkembang dari peringkat pertengahan ke peringkat tinggi dan rendah .
  3. Awan-awan Kumulus dan Kumulonimbus lazimnya mempunyai tapak di peringkat rendah tetapi mengembang ke peringkat pertengahan dan tinggi.

Gambar-gambar  awan  berikut  diambil di Semenanjung  Malaysia, kebanyakannya di Negeri Selangor pada bulan Mei, Jun dan  Julai 2002. Warna  kekuningan  oren  sesetengah  awan  adalah  disebabkan pemantulan sinaran suria pada waktu matahari terbit atau matahari terbenam. Gambar-gambar ini tidak meliputi  semua  genera  tersebut  diatas  tetapi  akan  ditambah  dan/atau disemak semula dari masa kesemasa  dan  diganti  dengan gambar-gambar awan lain berserta komen yang dapat diperolehi untuk memaparkan keadaan cuaca dan pola awan berkaitan di Malaysia.

Awan Peringkat Rendah (Low Clouds):


_________________________________________________

Kumulonimbus (Cb)

Ini  adalah   satu  pandangan  jarak  jauh   deretan  awan  Kumulonimbus (Cb)  di  Selat  Melaka. Awan-awan ini  tinggi  berwarna  putih / gelap. Tapaknya  terletak  pada ketinggian  kira-kira  1000 kaki manakala puncaknya boleh mencapai  ketinggian  melebihi 35000 kaki. Pembentukan deretan awan ini merupakan  satu  ciri  biasa  pada awal  pagi  Monsun  Barat Daya. Kedudukan Sel-sel Cb yang begitu rapat  menyebabkan  awan-awan itu  kelihatan  bersambung. Warna kuning  keemasan itu  disebabkan pantulan sinar suria pagi yang sedang terbit di timur. Awan nipis berbentuk topi kelihatan diatas puncak awan Cb  menunjukan kewujudan udara stabil mengalir diatas puncak awan itu (Cb). Awan-awan Cb ini kerap bergerak masuk ke pedalaman melalui kawasan pantai pada peringkat akhir Monsun Barat Daya. Apabila ketidakstabilan atmosfera mencapai lebih tinggi, awan-awan ini membawa hujan lebat dan ribut petir kepada kawasan terlibat.

_________________________________________________

Kumulus Kongestus

LL2. Ini adalah satu pandangan jarak dekat awan (Kumulus Kongestus) yang  sedang berkembang aktif pada lewat pagi dan awal petang disebabkan pemanasan  permukaan tanah dan  perolakan. Awan-awan itu kelihatan seperti ‘popcorns’ dengan tepian nyata(clear outline). Warnanya putih pada puncak  kerana semua  gelombang  sinar  suria  dipantulkan  pada  kadar yang sama. Warna gelap itu disebabkan  oleh penembusan terhad sinar suria dan juga kadar serapan yang bertambah terhadap gelombang selebihnya  kerana  titisan air  besar. Dengan  kandungan  kelembapan dan penaikan udara  mencukupi, awan-awan ini tumbuh tinggi dan menghasilkan hujan panas. Dalam keadaan ketidakstabilan udara yang mendalam, ribut petir berlaku pada waktu petang atau lewat petang.

_________________________________________________

Kumulus Humilis

LL3. Kumulus humilis ialah sejenis awan berwarna  putih dengan  ketinggian terhad. Songsangan suhu pada  paras  atas  atmosfera  menghalang  pertumbuhan terus  awan lalu berlaku  penghamparan yang menyebabkannya  kelihatan  memanjang. Rupa  serabut  puncak  awan  dan  langit  biru   menunjukan kewujudan udara kering diatas awan.

_________________________________________________

Stratokumulus

LL4. Stratokumulus(Sc) ialah awan berwarna kelabu/putih yang terjadi apabila bahagian puncak awan kumulus yang  terbentuk pada waktu  petang menghampar dibawah songsangan suhu. Awan-awan ini terjadi pada lewat  petang dan senja apabila  atmosfera mula menjadi stabil. Warna kekuningan muda adalah  disebabkan  pantulan sinaran suria pada waktu  senja. Stratokumulus  juga akan boleh terjadi tanpa penghamparan awan kumulus.

_________________________________________________

LL5. Fracto kumulus dan Kumulus cuaca cerah

LL5. Frakto kumulus ialah awan putih berupa cebisan kain koyak. Ini boleh adilihat pada bahagian atas gambar. Kumulus cuaca cerah (Fair weather cumulus) yang juga kelihatan putih kecuali pada bahagian bawah dimana warnanya kegelapan sedikit, mencapai ketinggian  terhad seperti dibahagian bawah foto. Kejadian kedua – dua jenis awan ini menunjukan kewujudan atmosfera kering.

_________________________________________________

LL6. Frakto stratus

LL6. Frakto stratus ialah awan berupa cebisan kain koyak terbentuk dalam udara lembab bergelora pada paras rendah atmosfera selepas hujan. Warna kekuningan  muda latar  belakang adalah disebabkan oleh pantulan  sinaran  suria  waktu  senja oleh  sirrostratus yang terjadi selepas aktiviti ribut petir pada waktu petang.

_________________________________________________

Awan Peringkat Pertengahan

_________________________________________________

MM1. Altokumulus(Ac)

MM1. Altokumulus (Ac) dilihat  tegak diatas kepala. Tiap-tiap  elemen  nampak jelas tersisih antara satu sama lain dengan warna keputihan dan kelabu yang mana membezakannya daripada Sirokumulus.

_________________________________________________

MM2. Altocumulus (Ac)

MM2. Altokumulus(Ac), awan berwarna kelabu/putih dilihat pada waktu senja. Sinaran suria waktu senja yang  menyebabkan  awan-awan ini  berwarna  kekuningan  muda dapat  dilihat menerusi awan-awan itu. Elemen-elemen  awan  itu  nampaknya  sedang  berubah disebabkan penghamparan dibawah atmosfera yang sedang menjadi stabil.

_________________________________________________

MM3. Altostratus


MM3. Altostratus(As), awan  kekelabuan  meliputi  hampir  keseluruhan  langit. Matahari nampak malap menerusi awan ini. Gambar ini diambil pada awal senja selepas sedikit hujan.

_________________________________________________

MM4.  Altostratus(As)

MM4. Altostratus(As),  awan  kekelabuan (bergantung kepada ketebalan)  peringkat  pertengahan  yang menghasilkan hujan apabila cukup tebal. Awan-awan ini terjadi dalam lapisan atmosfera stabil dan boleh menjadi  tebal  apabila  cukup  kelembapan  dan  penyejukan.  Hujan  berterusan  pada waktu senja dan malam selepas aktiviti ribut petir pada lewat petang dan senja adalah disebabkan perkara ini. Awan-awan di atas terbentuk pada waktu senja dan  malam hari terdahulu, mula  menghilang  apabila matahari terbit pada awal pagi. Awan-awan berlapis ini masih boleh dilihat pada bahagian bawah gambar.

_________________________________________________

Awan Peringkat Tinggi

HH1. Sirus(Ci)


HH1. Sirus(Ci), awan  berupa  filamen/cangkuk  ditiupkan  dari  kanan  ke kiri dalam angin timuran yang begelora. Awan-awan  ini  terdiri  daripada  hablor  ais  yang  terjadi  disebabkan suhu terlalu dingin pada paras tinggi atmosfera.

_________________________________________________

HH2. Sirus(Ci)

HH2. Awan Sirus(Ci) ditiupkan angin timuran yang bergelora. Awan ini berwarna putih dengan pinggiran tidak jelas terdiri daripada hablur-hablur ais.

_________________________________________________

HH3. Sirus(Ci)

HH3. Jaluran awan Sirus(Ci) ditiup oleh angin timuran yang bergelora. Warna merah keputihan yang menakjubkan itu  adalah  disebabkan  sinaran suria semasa matahari terbit. Awan-awan ini bergerak pantas dari timur ke barat Kuala Lumpur pada kira-kira 0000Z pagi dalam bulan Mei 2002.

_________________________________________________

HH4. Sirus Beralun

HH4. Awan sirus beralun (wavy cirrus) meliputi hampir keseluruhan langit.

_________________________________________________

HH5. Sirokumulus(Cc)



HH5. Sirokumulus(Cc) diperhatikan pada awal pagi kira-kira 0000Z di Petaling Jaya dalam bulan May/Jun 2002. Elemen-elemen awan itu kelihatan seperti sisik ikan dibawah sinaran suria putih.

_________________________________________________

sumber :

http://www2.kompas.com/kompas-cetak/0608/03/daerah/2855717.htm
http://www.met.gov.my/malay/pendidikan/pencerapan/awan4.html

1. http://vortex.plymouth.edu
2. http://millville.org
3. http://ocs.orst.edu


bintang venus, salah satu tanaman pemakan daging

tumbuhan pemakan daging banyak sekali jenisx di dunia… trz makanannya juga bermacam-macam tergantung jenisnya.

tema kali ini aku mengangkat cara menanam tumbuhan pemakan daging… wah buat apa juga ya.. menanam tumbuhan berbahaya tersebut ???

________________

adapun yang akan kita pelajari adalah nepenthes sp (kantung semar) yang udah terkenal itu… ciri -ciri tanaman itu adalah sebagai berikut :
Genus Nepenthes (Kantong semar, bahasa Inggris: Tropical pitcher plant), yang termasuk dalam familia monotypic, terdiri dari 80-100 spesies, baik yang alami maupun hibrida. Genus ini merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia (55 spesies, 85%), Republik Rakyat Cina bagian selatan, Malaysia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka. Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Borneo dan Sumatra.

Tumbuhan ini dapat mencapai tinggi 15-20 m dengan cara memanjat tanaman lainnya. Pada ujung daun terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet, anak kodok) yang masuk ke dalam.

Sewaktu daun masih muda, pundi pemangsa tertutup. Lantas, membuka ketika sudah dewasa. Namun bukan berarti kantung penyamun ini menutup sewaktu masih muda saja. Ia menutup diri ketika sedang mengganyang mangsa. Tujuannya supaya proses pencernaan berjalan lancar dan tidak diganggu kawanan musuh yang siap merebut makanan yang sudah ia peroleh.

Bibir lubang kantung dilengkapi dengan alat penipu. Organ itu berwarna merah serta mampu menebarkan aroma manis. Binatang penyuka menu bercitarasa manis dan beraroma busuk adalah sasaran empuk bagi Nephentes. Semisal semut dan lalat.
Warna bibir nepenthes yang merona serta beraroma manis itu akan memikat dan membuat lengah calon mangsa. Binatang yang terpikat dan bernasib apes tergelincir masuk ke dalam kantung antara yang licin. Cairan yang berada dalam kantung tengah lalu mencerna tubuh mangsa itu. Cairan asam itu taklain adalah ramuan enzim bernama proteolase. Dihasilkan oleh kelenjar di permukaan kantung bawah. Tubuh mangsa naas itu kemudian diolah menjadi garam Posphat dan nitrat. Nah, sekarang berarti periuk maut itu telah menyajikan “sop semut” yang siap diserap oleh Si Nepenthes.

Tidak semua jenis Nepenthes memiliki mangsa favorit yang sama. Semut adalah menu kesukaan bagi N. mirabilis. Species kantung semar N. albomarginata adalah pemburu sepesialis rayap. Ada pula species katung semar yang “vegetarian” alias tak suka menyantap daging. Yaitu N. ampullaria. Kantung semar yang satu ini suka melalap guguran dedaunan dari tumbuhan yang berada di atasnya. Sedangkan N. lowii adalah kantung semar yang bermenu favorit kotoran burung.

Ada banyak bentuk kantung yang bisa ditemukan. Mungil, bongsor langsing, dan pendek gembrot. Pola warnanyapun berraneka ragam. Ada yang bermotif loreng-loreng merah, merah menyala, dan hijau. Umumnya kantung berwarna indah dimiliki oleh jenis nepenthes dataran tinggi yang berhawa dingin. Ada sekitar 82 jenis nepenthes yang tumbuh di muka bumi. 64 di antaranya merupakan tumbuhan endemik Indonesia.

Kalimantan adalah kerajaan nepenthes. Di pulau suku Dayak itu hidup sekitar 32 jenis nepenthes. 29 jenis lain merupakan hartakarun hayati yang tersimpan di Sumatera.Secara garis besar, jenis nepenthes dibedakan menjadi dua. Yaitu nepenthes dataran tinggi serta nepenthes dataran rendah. Berbagai jenis nepenthes dataran tinggi diantaranya yaitu N. burbidgeae, N. Lowii, N. Rajah, N. Villosa, N.Fusca, N.Sanguinea. Mereka adalah penghuni daerah pegunungan berketinggian lebih dari 100 m di atas permukan air laut. Kisaran suhu malam hari yang dibutuhkan yaitu 20 – 12ºC. Sedang kisaran suhu siang hari antara 25 – 30ºC.

Jenis nepenthes dataran rendah diantaranya yaitu N. alata, N. egmae, N. khasiana, N. mirabilis, N. ventricosa, N. ampullaria, N. bicalcarata, N. gracilis dan N. Maxima. Mereka tumbuh subur di dataran berketinggian 0 – 500 m di atas permukaan air laut. Nepenthes dataran rendah biasanya bersifat epifit menempel di batang pepohonan. Namun ada juga yang hidup secara terestrial di atas tanah bercampur sersah dedaunan. Suhu harian yang dibutuhkan berkisar antara 22 – 34º C.

Sementara itu, kelebaban udara yang diinginkan yaitu 70 – 95%. Nepenthes berkembang biak secara vegetatif menggunakan anakan dan secara generatif menggunakan biji. Tumbuhan karnivora ini termasuk jenis flora berumah dua. Artinya, tiap tanaman hanya memiliki satu jenis kelamin bunga. Jadi biar bisa menghasilkan keturunan, ia musti melakukan perkawinan silang. Hal itulah yang menyebabkan banyak terdapat species Nepenthes yang terlahir dari hasil persilangan alami.

Perbanyakan secara vegetatif menggunakan anakan lebih mudah dilakukan.. Bayi nepenthes tumbuh di batang bagian bawah. Tanaman muda itu siap disapih alias dipotpong dari induknya jika sudah memiliki jumlah akar yang banyak. Setelah dipotong, ia harus segera ditanam menggunakan media berbahan baku campuran sepagnum moss dan butiran zeolith. Perbandingannya 4 : 1. Spagnum moss dan zeolith bisa dibeli dari toko pertanian.Nepenthes lebih senang disuguh binatang daripada pupuk kandang atau pupuk buatan. Warna kantungnya justru akan semakin menawan dan besar jika media tanamnya miskin hara alias tak subur. Berkat kantung maut itu Anda tak perlu lagi repot-repot meramu pupuk untuk Si nepenthes. Ukuran kantung maut malah kian menciut jika Anda memaksakan diri menjejali nepenthes dengan pupuk.

Kantung semar adalah tanaman penyuka air. Jatah penyiraman tidak boleh terlambat. Media tanam wajib selalu dalam keadaan basah. Jika hal itu diabaikan, daun nepenthes bakal keriting dan bahkan bisa menuai ajal. Nepethes yang ditanam secara indoor harus disiram sebanyak 2 – 3 hari sekali. Sementara itu jatah air sebanyak 1 hari sekali diberikan bagi nephaenthes yang ditanam di luar ruangan.Syarat tumbuh lain yaitu sinar matahari penuh. Tumbuhan pemangsa ini setiap hari harus mendapat jatah sinar matahari selama 10 – 12 jam. Intensitas sinar matahari yang baik yaitu sebesar 50%. Kondisi seperti ini bisa dibuat dengan jalan memberikan naungan

cara menanamx siapkan pot biasa untuk menanam dan ikuti petunjuk diatas.. selamat mencoba

________________

English :

__________

Substrate: Nepenthes like an acidic growing media that will stay moist yet allow for plenty of air circulation around the roots. Peat moss based mixes are quite popular and are widely used. The main drawbacks to these are that they break down over time and can wind up rotting the plants roots if not repotted on a regular basis. They are still very useful as long as they contain a large percentage of amendments such as perlite, tree fern fiber and fine grade fir bark to enhance drainage. Some growers prefer to use straight long-fibered sphagnum moss to grow the plants. We have found that even when using New Zealand Sphagnum (the highest quality), it can stay too wet for many species. We are currently experimenting with a new growing mix comprised of 90% shredded cypress mulch, 5% perlite and 5% peat moss. So far the results are quite promising. The plants seem to like the excellent porosity of the mix while being firmly supported by the chunky texture. Additionally, the mix does not wash out of the pots or disturb the roots when watered from overhead. It is still too soon to say for sure but so far we are quite happy with it. Each grower should try several different mixes to determine which one suits his climate, growing practices and personal preferences the best.

Humidity: Generally speaking, Nepenthes like humidity levels of at least 60% or higher. Some highland species are quite tolerant of lower daytime humidity levels as long as it climbs overnight. Lowland species are usually much less tolerant of humidity fluctuations. One symptom of insufficient humidity is lack of traps. The use of humidifiers or terrarium growing can help raise humidity to an acceptable range.

Light: Nepenthes are found growing in a wide range of exposures varying from shaded forest floor to exposed cliff faces therefore it is impossible to generalize an appropriate light level for all species. Ideally, research the habitat that your plant naturally grown in and do your best to replicate it. Additionally, the plant will also give you clues as to the suitability of the lighting it is receiving. Failure to produce traps is one indication that light levels or duration need to be increased. This can also be caused by insufficient humidity. Too much light can cause yellowing of the leaves or red spots and streaks to appear on them as well. While this does not necessarily harm the plant it can be unsightly. Reducing light intensity will result in new leaves emerging a more normal color.

Water: Nepenthes should never be allowed to dry out but will not prosper if kept too wet. Using a proper substrate will make it much easier to achieve this balance. Water quality is important but many species do not seem to be as sensitive to at least low levels of minerals as other types of carnivorous plants. It is best to allow the water to flush through the pots on a regular basis and not grow the plants sitting in a water filled tray.

_________

ariel

________

from :

http://id.wikipedia.org/wiki/Kantong_semar

http://www.blackjungle.com/blackjungle/CNI.html

http://edisutoyo.blogspot.com/2007/11/kantong-semar-nepenthes.html

Tulisan Sebelumnya »